Bullying, Perilaku Yang Berdampak Buruk Pada Anak

Bermain dan berkomunikasi yang dilakukan anak secara fisik bila dalam taraf menyakiti, kasar dan terjadi terus menerus maka akan merupakan tindakan yang tidak bisa ditolerir,. Tindakan yang dsebut bullying itu semakin marak dan harus dihentikan.

Tindakan bullying, yaitu perbuatan yang menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik dalam bentuk kekerasan fisik, verbal, ataupun psikologis kerap kali sulit dihindari dalam sebuah lingkungan sosial. Tindakan ini bisa dengan mudah dikenali, diantaranya adalah intimidasi, pelecehan, diskriminasi, pengucilan, ejekan, kekerasan secara fisik dan mental yang dilakukan terhadap orang lain.Hal inipun menyita perhatian banyak kalangan, mengingat bullying dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikologis anak, terutama jika hal tersebut terjadi di lingkungan sekolah.
Bullying merupakan suatu bentuk tindakan yang mengganggu orang lain secara fisik, verbal, dan emosi. Mulai dari tindakan memukul, mendorong, mengejek, mengancam, dan memalak uang demi kepentingan pribadi. Kini, bullying tidak hanya dapat dilakukan secara langsung tapi bisa lewat email, chatting, internet yang berisi pesan-pesan yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

Bullying adalah bentuk agresi pada satu atau lebih anak secara berulang yang dengan sengaja mengintimidasi, melecehkan, atau membahayakan secara fisik korban yang dianggap tidak mampu membela dirinya sendiri.

Karakteristik lain bullying adalah adanya pengulangan dari waktu ke waktu dan adanya hubungan yang tidak seimbang antara korban dan pelaku. Dimana korban menganggap diri mereka lebih lemah dan tidak mampu membalas pengganggu mereka.

Kejadian sehari-hari yanng dapat dianggap tindakan Bullying :

• Memanggil korban dengan nama ejekan seperti gendut, kerdil dan sebagainya
• Kontak fisik yang berpotensi mencederai
• Menjadikan sesorang sebagai subjek rumor
• Mengancam korban
• Mengisolasi korban secara sosial
• Mengambil barang barang korban secara paksa

Bullying merupakan masalah umum di seluruh dunia, kira-kira 10% dari anak-anak di Amerika Serikat mengalami bullying. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 80% – dan 90% anak pre remaja dan remaja yang mengalami bullying mempunyai risiko mengalami gangguan psikologis dan pelecehan fisik berkelanjutan di masa akan datang.

Bullying terjadi lebih sering daripada kebanyakan orang menyadari, karena hanya sekitar  50% anak yang melaporkan pada siapapun bahwa mereka mengalami kondisi tersebut. Anak-anak lebih sering  melaporkan terjadinya bullying kepada orang tua di rumah daripada guru di sekolah secara pribadi.

Anak laki-laki umumnya lebih sering terlibat bullying dibandingkan anak perempuan; 14% dari anak laki-laki dan 9% anak perempuan di Amerika Serikat terlibat baik sebagai pengganggu atau korban. Anak perempuan lebih sering menjadi sasaran dan pelaku pasif bullying seperti mengisolasi  secara sosial korban dengan penyebaran gossip dan rumor.  Anak laki-laki lebih sering menjadi pelaku atau korban bullying aktif atau agresif  seperti kontak fisik dan intimidasi.

Sebuah penelitian menunjukkan bullying terjadi 17% pada siswa di kelas dua dan 4,7% pada siswa kelas sembilan. Penurunan insidensi bullying ini berkaitan dengan usia pada kedua jenis kelamin.

Dampak

Bullying dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikologis anak, terutama jika hal tersebut terjadi di lingkungan sekolah. Anak yang menjadi korban bullying umumnya akan terlihat enggan pergi ke sekolah, terlihat muram, prestasi akademik yang menurun, dan lain-lain.

Tanda dan gejala terjadi Bullying pada anak

1. Adanya luka pada tubuhnya tanpa penyebab yang jelas.
Adanya perubahan pola hidup pada anak seperti kehilangan nafsu makan, tidur tidak nyenyak, atau tidak menikmati kegiatan yang biasanya dia sukai.
Adanya perubahan pola sikap pada anak seperti ketakutan, menutup diri atau murung.
Apa yang dapat anda lakukan bila hal ini ada di hadapan anda?

Pencegahan Terjadinya Bullying

  • Pada Korban Bullying Anak yang  bersifat pasif dan tidak percaya diri sering menjadi korban intimidasi/ Bullying. Sehingga untuk mencegahnya adalah dengan membangkitkan rasa percaya diri dari korban. Seperti berdiri dan berjalan dengan tegak, selalu membuat kontak mata dengan lawan bicara, berbicara dengan suara jelas dan keras. Mendorong anak ikut berbagai kegiatan yang dapat membangkitkan rasa percaya diri seperti dalam kegiatan ekstrakurikuler ( Drama, Olahraga) meningkatkan prestasi dan pergaulan dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
  • Pada pelaku Bullying Dibutuhkan peran serta Guru dan Orang tua murid dalam penyelesaian pertikaian ini. Sehingga komunikasi antara Anak, Orang tua dan Guru harus dijaga baik. Biasanya anak yang menjadi pelaku Bullying berusaha mencari kekuasaan dan pengaruh dalam kehidupan sosial dengan tindakan Bullying. Hal ini harus ditekankan merupakan cara yang salah dan dapat dikenakan sanksi oleh guru maupun orang tua. Selanjutnya guru harus lebih mengawasi anak di sekolah agar Bullying tidak terulang kembali. Seperti memisahkan tempat duduk korban dan pelaku untuk meminimalkan kontak. Membuat peraturan dan hukuman yang tegas pada pelaku. Sehingga dapat meningkatkan kepercayaan pada anak untuk melaporkan tindakan Bullying pada guru. Orang tua di rumah juga harus tegas memberi peringatan, hukuman dan pengawasan pada anak pelaku bullying.
  • Mencegah terjadinya Bullying yang paling utama adalah menghindari tempat kejadian. Berjalan menjauh dari tempat kejadian dan tidak melakukan hal hal yang mengundang terjadinya  pelecehan.  Tunjukkan rasa percaya diri yang kuat dan tetap berperilaku tenang bila menghadapi pelaku. Kerjasama yang baik antara Sekolah dan Masyarakat dalam pengawasan, pelaporan dan tindak lanjut  segala macam bentuk Bullying

Penanganan

  • Jika anda curiga anak anda mengalaminya tapi takut untuk bercerita maka pancing dengan memulai percakapan terlebih dahulu. Misal, saat sedang menonton tv ada tindakan seperti itu “Menurut kakak bagaimana tindakan tadi?’ atau”Kakak pernah liat/mengalami kejadian tadi?”.
  • Yakinkan dia bahwa bila dia atau temannya mengalaminya maka sangat penting untuk mengatakannya pada seseorang yang lebih dewasa- bisa kakak/adik, anda, guru, atau keluarga teman.
  • Buat anak merasa aman dan nyaman tanpa menunjukkan betapa sedihnya anda karena hal tersebut membuatnya malu (karena telah mengecewakan anda).
  • Meski hal ini bisa jadi disebabkan oleh hal lain, tak ada salahnya menilik penyebab masalah untuk mengantisipasi adanya tindakan bullying pada anak.Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana jika pelaku bullying adalah anak Anda sendiri?Patut disadari, keluarga berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak, mengingat ditahap-tahap awal perkembangannya, anak melakukan proses meniru dari orang-orang terdekatnya. Situasi di rumah yang positif, hangat, dan saling menghormati secara tidak langsung akan membentuk anak menjadi pribadi yang demikian.Lain halnya jika di rumah kerap terjadi konflik kekerasan, dan permusuhan, dimana anak akan mempelajari perilaku bullying lewat konflik-konflik yang terjadi diantara orangtuanya. Sebuah tindakan ataupun kekerasan verbal yang terjadi, dimana umumnya untuk menunjukan siapa yang berkuasa di dalam rumah, bisa dicontoh anak karena menganggapnya sebagai suatu hal yang sah-sah saja. Ujung-ujungnya anak akan mengembangkan perilaku tersebut kepada teman-temannya di sekolah atau teman sepermainan.Itu sebabnya, selalu mengembangkan nilai-nilai positif berikut adanya konsekuensi jika terjadi pelanggaran bisa menjadi arahan untuk mendidik anak. Di samping itu, memberi perhatian yang cukup lewat komunikasi yang baik di dalam keluarga juga bisa menjadi media untuk mengenal pribadi anak lebih dekat.
  • Yakinkan anak untuk bersikap terbuka pada anda.
  • Pada kasus yang serius anda bisa menghubungi pengacara.

Tips pencegahan untuk anak:

  • Hindari tindakan bully dan tidak berteman dengan orang tersebut.
    Tidak mudah terpancing emosi karena biasanya memang hal tersebut yang diinginkan oleh pelaku. Atasi meredam emosi dengan menarik nafas dalam-dalam, menghitung sampai 10, menulis kemarahan dengan tulisan, atau pergi menjauh.
  • Bersikap berani, lalu menjauh dan acuhkan pelaku bully.
  • Adukan kepada guru, kepala sekolah, orang tua atau siapapun yang dapat mengehntikan tindakan tersebut.
  • Bicarakan dengan orang lain yang dipercayainya dan bisa memberikan saran atau jalan keluar.
  • Cobalah untuk tidak membawa barang-barang berharga ke sekolah seperti hp, Ipad atau tidak membawa uang jajan melainkan enggantinya dengan makan siang sebagai pengganti.

 

www.klinikanakonline.com

Provided By: KLINIK ANAK ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085101466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 2961425208131592-2012 – 08131592-2013 – 08131592-2012 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook: http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen *** We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Klinik Anak Online, Information Education Network. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s