Ketika Donor ASI Belum Disetujui MUI

Kebutuhan bayi di Indonesia untuk mendapatkan air susu Ibu (ASI) melalui donor ASI menjadi kontroversi. Hal ini bisa dilihat ketiks Draf Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) terkait donor ASI tersebut masih belum memperoleh kata sepakat dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

image
MUI mengakui bahwa masalah  Donor ASI  masih menjadi pembahasan di pihaknya. Banyak aturan yang harus diperinci terkait aksi donor ASI ini. Salah satunya adalah masalah pemberian donor ASI tersebut. MUI meminta adaanya pencatatan secara terperinci terkait donor dan penerima.

ASI tidak bisa bebas diberikan. Alasannya, ASI yang mengenyangkan berdampak pada sang bayi yang kemudian menjadikan ibu donor seperti ibu kandung. Sehingga, anak dari ibu donor menjadi saudara sepersusuan dari anak penerima. Sehingga mereka bisa saja akan diharamkan untuk menikah. Tidak adanya aturan detail dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) soal ini membuat MUI elmasi keberatan  menyetujui aturan donor ASI itu. Alasan lainnya adalah masalah kesehatan pendonor ASI sendiri. Pendonor diharuskan sehat dan tidak memliki penyakit yang dapat ditularkan melalui ASI yang akan diberikan. Selain itu, latar belakang turut menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan. Sebab menurutnya, ASI memiliki pengaruh besar bari genetika sang bayi penerima.

Nbila dicermati draft yang diajukan pihaknya masih belum lengkap. Dalam draft tersebut hanya menyebutkan bahwa pemerintah akan memfasilitasi Masalah donor ASI ini akan menjadi sebuah kontroversi yang kuqt dalam sektor agama terutama agama islam. Karenanya draft itu memang dengn sengaja diajukan ke pihak MUI untuk bisa mendapat masukan perbaikan. Hal ini skan semakin sensiyif ketiks hal ini akan masuk ranah moralitas dan legalitas. Tentu ke depan akan kita atur secara mendalam tentang penyelenggaraan donor ASI ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s