Sindrom Iritabilitas Usus atau IBS (Irritable Bowel Syndrome)

Penyakit sindrom iritabilitas usus atau IBS (irritable bowel syndrome) adalah gangguan fungsional yang menyerang saluran pencernaan. Gejala penyakit IBS memang sering kali ditandai oleh  nyeri perut, mual, muntah diare atau sebaliknya sukit BAB.

Irritable bowel syndrome (IBS) adalah satu dari penyakit-penyakit usus yang paling umum. IBS juga dikenal dengan nama spastic colon, irritable colon, dan nervous colon.

Sindrom iritasi usus besar (IBS) merupakan gangguan pada daerah usus besar yang menyebabkan sembelit pada sebagian orang, atau diare pada sebagian lainnya. IBS lebih banyak dialami orang Amerika dan Eropa daripada orang Asia dan Afrika. Sekitar 50% pasien mengalami gejala IBS sebelum usia 35 tahun.

Pertumbuhan berlebih dari bakteri jahat (termasuk ragi dan parasit) umumnya disebabkan oleh pola makan yang buruk, stres, penggunaan antibiotik berlebihan, atau konsumsi alkohol yang berlebihan.

Sindrom usus iritabel (Iritable Bowel Syndrome) adalah gangguan umum pada saluran pencernaan. IBS bisa membuat cemas, nyeri dan kadang memalukan tetapi tidak mengancam jiwa. Tidak diketahui apa yang menyebabkan IBS, tetapi kondisi tersebut mencakup kejang otot yang abnormal pada dinding lambung atau usus. Dinding otot secara teratur mengalami kontraksi dan relaksasi untuk memindahkan makanan melalui saluran gastro-intestinal. Jika Anda mengalami IBS, kontraksi jauh lebih kuat dan berlangsung lebih lama sehingga memaksa makanan melewati saluran tersebut lebih cepat.

Faktor Resiko

IBS lebih sering terjadi pada anak muda, wanita dan memiliki riwayat IBS dalam keluarga. Saat ini, para peneliti masih meneliti apakah riwayat keluarga berhubungan dengan pewarisan genetic, lingkungan bersama atau kombinasi keduanya.

IBS tidak menyebabkan perubahan jaringan, tidak juga meningkatkan risiko kanker kolorektal. Sebagian besar orang menemukan bahwa tanda dan gejala membaik ketika mereka belajar mengendalikan kondisi melalui pengaturan diet, gaya hidup dan stress yang tepat.

Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala IBS bervariasi dan sering menyerupai tanda dan gejala penyakit lain. Tanda dan gejala yang paling umum mencakup nyeri atau kram perut, diare atau sembelit, kembung, gangguan pencernaan, gas dan mucus pada fases. Meskipun buang air besar untuk sementara mengurangi nyeri, Anda merasa seolah-olah tidak bisa mengosongkan usus secara sempurna. Fases Anda menjadi encer dan seperti pita, terikat dengan lender, atau berbentuk butiran-butiran yang keras dan kering.

Banyak orang mengalami tanda dan gejala IBS yang ringan, tetapi pada beberapa orang, masalah ini dapat melumpuhkan. IBS biasanya merupakan kondisi kronis walaupun ada waktu di saat tanda dan gejala memburuk dan waktu yang lain di saat tanda dan gejala membaik atau hilang secara menyeluruh.

Irritable Bowel Syndrome termasuk salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang ditandai dengan perubahan kebiasaan BAB, nyeri perut, dan tidak ditemukan adanya organism penyebab kelainan tersebut. Sindrom ini merupakan sindrom yang paling banyak ditemukan dari seluruh penyakit saluran pencernaan dalam sehari-hari.

Sindrom Iritasi Perut (IBS) dapat digolongkan menurut gejala paling dominan, yakni:
– IBS-A dimana diare dan sembelit bergantian, nyeri perut merupakan gejala yang paling dominan
– IBS-C dimana konstipasi merupakan gejala yang paling dominan
– IBS-D dimana diare merupakan gejala yang paling dominan
– IBS-M dimana kombinasi diare dan sembelit
– IBS tanpa tipe (konsistensi tinja tidak cukup abnormal untuk memenuhi subtipe-subtipe tadi).

IBS dicirikan dengan sakit perut atau perasaan tidak nyaman minimal selama tiga hari per bulan selama tiga bulan
Gejala lainnya:
– Perubahan frekuensi buang air besar dan bentuk tinja, kotoran berlendir, serta kembung.
– Sakit perut yang berhubungan dengan proses buang air besar (yang mungkin membaik setelahnya)
– Perubahan pada frekuensi buang air besar dan konsistensinya,
– Adanya rasa kembung, mual, nyeri, kram di daerah perut bagian bawah, serta
– Sering mengalami kelelahan, depresi, gelisah, dan sulit konsentrasi.

Penyebab dan pemicu

Belum jelas mengapa beberapa orang mengalami IBS akan sangat bereaksi terhadap rangsangan tertentu, sementara pada beberapa lainnya hanya sedikit berpengaruh. Pemicu IBS antara lain:

1. Makanan. Gejala dapat memburuk ketika Anda mengkonsumsi makanan tertentu, seperti: coklat, susu dan alkohol. Jika Anda mengalami kram dan kembung setelah makan produk susu, makanan berkafein atau permen bebas-gula, mungkin Anda bermasalah dengan laktosa, kafein atau sorbitol (bahan pemanis buatan).

2. Stress. Banyak orang mengalami IBS merasa bahwa gejala mereka memburuk atau menjadi lebih sering selama mereka stress, seperti: perubahan kegiatan rutin sehari-hari atau selama perselisihan keluarga. Namun, walaupun stress dapat memperburuk gejala, stress tidak menyebabkan gejala IBS.

3. Hormon. Karena wanita dua kali lebih mungkin mengalami IBS, peneliti percaya bahwa perubahan hormon berperan dalam kondisi ini. Banyak wanita merasa gejala mereka memburuk selama atau sekitar periode menstruasi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s