5 Hormon Penyebab Gangguan Saat Menstruasi

  1. Estradiol Estradiol adalah nama salah satu tipe hormon estrogen. Estrogen adalah sekelompok senyawa steroid yang berfungsi terutama sebagai hormon seks wanita. Walaupun terdapat baik dalam tubuh pria maupun wanita, kandungannya jauh lebih tinggi dalam tubuh wanita usia subur. Hormon ini menyebabkan perkembangan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita, seperti payudara, dan juga terlibat dalam penebalan endometrium maupun dalam pengaturan siklus haid. Pada saat menopause, estrogen mulai berkurang sehingga dapat menimbulkan beberapa efek, di antaranya hot flash, berkeringat pada waktu tidur, dan kecemasan yang berlebihan. Tiga jenis estrogen utama yang terdapat secara alami dalam tubuh wanita adalah estradiol, estriol, dan estron. Sejak menarche sampai menopause, estrogen utama adalah 17β-estradiol. Di dalam tubuh, ketiga jenis estrogen tersebut dibuat dari androgen dengan bantuan enzim. Estradiol dibuat dari testosteron, sedangkan estron dibuat dari androstenadion. Estron bersifat lebih lemah daripada estradiol, dan pada wanita pascamenopause estron ditemukan lebih banyak daripada estradiol. Berbagai zat alami maupun buatan telah ditemukan memiliki aktivitas bersifat mirip estrogen. Zat buatan yang bersifat seperti estrogen disebut xenoestrogen, sedangkan bahan alami dari tumbuhan yang memiliki aktivitas seperti estrogen disebut fitoestrogen. Fungsi esterogen adalah menyiapkan rahim untuk menerima hasil pembuahan, sebulan sekali. Kadarnya yang seimbang dapat meningkatkan gairah seks dan daya tahan tubuh. Detiap waktu, estrogen mengirim sinyal pertumbuhan ke setiap sel tubuh mulai dari payudara hingga tulang. Terlalu banyak estrogen bisa memicu gejala PMS yang berat, gangguan kesuburan, hingga kanker payudara. Terlalu sedikit dapat meningkatkan risikoosteoporosis. Tubuh yang terlalu kurus akan menghambat produksi estrogen (termasuk menghambat produksi estradiol). Tubuh yang terlalu gemuk akan memicu produksi tipe hormon estrogen lain yang akan ‘bertabrakan’ dengan estradiol. Agar semuanya seimbang, jagalah berat badan ideal Anda sesuai body mass index (BMI) normal yaitu antara 18-30.
  2. Progesteron. Progesteron merupakan hormon dari golongan steroid yang berpengaruh pada siklus menstruasi perempuan, kehamilan dan embriogenesis. Progesteron bersama dengan estrogen dihasilkan oleh kurpus luteum, yaitu sebuah kelenjar endokrin yang merupakan sisa dari folikel setelah terjadinya peristiwa ovulasi Progesteron berperan besar dalam perkembangan fetus.Setiap bulan, progesteron memicu penebalan dinding rahim sebagai ‘tempat tidur’ bagi calon bayi. Jika tak ada pembuahan, kadarnya akan turun dan datanglah tamu bulanan. Progesteron bersifat sedatif sehingga ketika kadarnya tinggi, Anda akan mudah mengantuk dan terlelap. Hormon ini juga yang membuat tubuh agak membengkak karena menahan air di saat menjelang menstruasi, perut bergas dan konstipasi. Untuk menyeimbangkan progesteron, Anda perlu kondisi mental yang tenang. Meditasi minimal lima menit sehari akan sangat membantu.
  3. Testosteron. Hormon androgen ini turut mendukung ovulasi agar teratur setiap bulan dan mampu meningkatkan libido. Jika kadarnya terlalu tinggi, dapat memunculkan ciri khas pria pada wanita misalnya tumbuh kumis tipis atau jenggot. Hormon ini juga dapat memicu timbulnya jerawat dan ketombe. Bila kadar testosteron kurang, dapat membuat gairah seks turun. Testosteron berkaitan erat dengan obesitas. Jagalah bobot tubuh ideal dan konsumsi makanan kaya zinc agar hormon testoteron Anda tetap ada di level normal.
  4. Prolaktin. Hormon yang satu ini dibuat di otak dan pekerjaan utamanya adalah untuk mengatur pelepasan sel telur dan merangsang produksi ASI pada ibu baru.  Kadar prolaktin terlalu rendah dapat menurunkan gairah seksual. Sementara jika terlalu tinggi dapat menekan ovulasi. Pada ibu menyusui, kadar prolaktin normal bisa membantu menurunkan berat badan. Kadar prolaktin meningkat saat Anda kurang tidur. Maka itu, penuhi kebutuhan tidur Anda 7-8 jam sehari.
  5. FSH / LH Follicle stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH) diproduksi oleh kelenjar hipofisis anterior, sebuah kelenjar kecil yang ada di bagian bawah otak. Pada dasarnya, FSH berfungsi untuk membantu pematangan sel telur di dalam folikel. Sedangkan LH berperan penting setelah telur matang. LH menyebabkan sel telur itu dilepaskan dari folikel dan siap dibuahi. Kekurangan FSH dapat menyebabkan siklus bulanan terhenti. Rendahnya tingkat FSH juga ditandai dengan kadar LH yang juga rendah. Kekurangan LH akan menurunkan minat seksual, menstruasi berat, insomnia, lekas marah, gangguan pencernaan serta migrain. Agar kedua hormon ini seimbang, Anda harus menjauhi alkohol, terutama bagi pasangan yang sedang dalam program punya momongan. Terapi dosis rendah hormon estrogen dan progesteron oleh dokter juga bisa membantu.

sumber: meet the doctor dan berbagai sumber lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s