Mengapa Minum Dot Pada Anak Harus Segera Dihentikan

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bayi sebaiknya meninggalkan botol dot di usia satu tahun, dan paling lambat 18 bulan.

Penelitian Early Childhood Longitudinal Study yang melibatkan 6.750 anak yang lahir pada 2001 menunjukkan 22 persen anak masih menggunakan botol dot di usia 24 bulan. Penemuan lainnya, hampir seperempat dari anak-anak tersebut mengalami obesitas di usia 5,5 tahun.

Peneliti menjelaskan penggunaan botol dot berkepanjangan, di mana masih digunakan di usia 12-14 bulan akan memberi kalori berlebih pada anak, sehingga berdampak pada peningkatan berat badan. Ini karena di usia enam bulan anak sudah mulai makan makanan padat. Lalu di usia satu tahun, selain makanan padat pada beberapa anak ditambahkan pula susu.

Jika anak sudah ‘ketergantungan’ botol dot, maka dia akan lebih banyak menyusu. Sehingga asupan kalorinya pun akan lebih banyak. Apalagi jika anak terbiasa menyusu dengan botol dot setiap kali menjelang tidur.

Peneliti juga menyampaikan kekhawatiran lainnya, yakni anak akan kekurangan beberapa nutrisi jika hanya mengandalkan asupan dari menyusu di botol dot saja. Sebab pada beberapa kasus, anak kuat minum susu tapi malas makan. Karena itu dianjurkan untuk memberikan makanan yang lengkap pada anak.

Penulis utama studi yang dipublikasikan di The Journal of Pediatrics, Rachel Gooze, Ph.D mengatakan tidak mudah menjauhkan botol dot dari anak pada usia satu tahun. Namun jika upaya itu dimulai di usia dua tahun, maka akan lebih sulit. Karena itu, sebaiknya perpindahan dari botol dot ke gelas atau cangkir dilakukan secara bertahap berdasarkan kemampuan dan usianya. Apalagi saat ini di pasaran ada botol-botol minum yang membantu transisi dari penggunaan botol dot hingga si kecil mahir menggunakan cangkir atau gelas.   “Mungkin akan lebih membantu jika berpikir berpindah dari menggunakan botol ke cangkir sebagai tonggak perkembangan anak, sebagaimana perkembangan anak dari merangkak ke berjalan. Ini adalah sesuatu yang perlu dirayakan,” kata Gooze.

Sumberr: AAP, Journal pediatric

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s