Kapan Mata Bayi Bisa Melihat ?

image

Sejak bayinya lahir seringkali orangtua beranya tanya mulai kapan buah hatinya dapat melihat dengan baik. Sejak lahir sebenarnya bayi sudah bisa mengenali terang dan gelap, serta gerakan. Ternyata bayi sudah bisa melihat suatu objek dengan jelas dalam jarak 20 cm. 

Saat berusia dua bulan, bayi sudah bisa memfokuskan mata mereka di wajah orang tua atau orang lain di dekatnya. Memasuki usia tiga bulan, mata bayi akan mulai bergerak mengikuti suatu objek sembari ia akan berusaha mengambil benda tersebut.

Kemampuan anak untuk mengenali warna mulai berkembang saat bayi berusia 5 bulan. Saat itu pula, koordinasi mata dan alat gerak bayi makin berkembang. Apalagi, ketika menginjak usia 8 bulan, bayi harus mengkoordinasikan mata dan tangannya dengan lebih baik karena di usia itu mereka sudah mulai belajar merangkak.

Pada umumnya, sejak lahir bayi sudah bisa merespon cahaya dan melihat dalam jarak dekat. Jika ternyata bayi mengalami gangguan dalam penglihatannya, segera cari tahu penyebabnya agar bisa ditangani segera.

4 Gangguan mata pada bayi

1. Saluran air mata tersumbat. Mata bayi tampak selalu berair (belekan), karena saluran air mata atai duktus nasolakrimalis dari mata ke hidung tersumbat. Biasanya hal ini sering terjadi pada nayindengan riwayat alergi. Pemberian antibiotika dan obat tetes mata seringkali tidak bermanfaat. Beberapa dokter merekomendasikan orang tua diajari memijit-mijit pangkal hidung secara rutin setiap hari untuk membantu ‘membuka’ sumbatan. Jika masih tersumbat juga, dokter mungkin melakukan operasi kecil untuk membuka sumbatan tersebut. Tetapi beberapa kasus setelah dilakukan operasi beberapa saat kembali tersumbat lagi.

2. Katarak kongenital. Katarak kongenital adalah gangguan pada lensa mata. Bagian hitam mata biasanya tampak keruh (tidak hitam jernih), gerakan mata menjadi cepat tidak normal.  Katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh dan tak tembus cahaya sehingga cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina sehingga penderita tidak dapat melihat dengan jelas. Katarak kongenital adalah kekeruhan pada lensa mata yang ditemukan pada bayi baru lahir. Katarak kongenital bisap disebabkan oleh : galaktosemia, sindroma kondrodisplasia, rubella kongenital, sindroma down (trisomi 21), trisomi 13, sindroma displasia ektodermal, sindroma marinesco-sjögren, dan lain-lain. Lensa yang keruh dapat terlihat tanpa bantuan alat khusus dan tampak sebagai warna keputihan pada pupil yang seharusnya berwarna hitam. Bayi gagal menunjukkan kesadaran visual terhadap lingkungan di sekitarnya dan kadang terdapat nistagmus (gerakan mata yang cepat dan tidak biasa).  Beberapa kasus harus segera dilakukan operasi lensa mata, kemudian dipasang lensa pengganti agar bayi bisa melihat.

3. Glaukoma kongenital. Glaukoma kongenital adanya peningkatan tekanan di dalam bola mata bayi baru lahir. Pada keadaan ini, mata bayi biasanya berair, peka terhadap cahaya, tampak merah, kornea (bagian tengah bola mata) membesar. Dokter akan memberi obat, atau jika perlu segera dioperasi untuk menurunkan tekanan dalam bola matanya agar tidak terjadi kebutaan.

4. Infeksi jalan lahir. Jika tampak ada kotoran (belek) seperti nanah di mata bayi, segeralah diobati secara tuntas, karena dikhawatirkan bayi terinfeksi bakteri gonokokus, yang dapat menyerang kornea matanya dan menyebabkan kebutaan.

Sumber:  American Optometric Association

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s