Penanganan dan Gejala Gigitan Serangga

image
Penanganan dan Gejala Gigitan Serangga

Insect bites adalah gigitan atau sengatan serangga. Insect bites adalah gigitan yang diakibatkan karena serangga yang menyengat atau menggigit seseorang. Luka bekas sengatan lebah terlebih dahulu. Umumnya bekas sengatan lebah akan membentuk dome disertai dengan area merah kehitaman di sekitarnya. Efek tersebut umumnya bersifat lokal di area bekas sengatan lebah. Tidak jarang lebah meninggalkan sengatnya di area bekas sengatan. Sebuah gigitan atau sengatan dapat menyuntikkan bisa (racun) yang tersusun dari protein dan substansi lain yang mungkin memicu reaksi alergi kepada penderita. Gigitan serangga juga mengakibatkan kemerahan dan bengkak di lokasi yang tersengat. Pada sengat tersebut biasanya terdapat kantung yang berisi enzim. Bila digosok secara sembarang, kantung tersebut dapat pecah dan melepaskan enzimnya keluar. Enzim tersebut dapat menyebabkan peradangan yang meluas sesuai dengan area kulit yang digosok. Sebaiknya, bila masih terdapat sengat, orang tua dapat mencabut sengat tersebut dengan pinset atau jarum. Setelah itu, luka bekas sengatan dapat didinginkan untuk mengurangi nyeri.

Penyebab : 

  • Serangga tidak akan menyerang kecuali kalau mereka digusar atau diganggu. Kebanyakan gigitan dan sengatan digunakan untuk pertahanan. Gigitan serangga untuk melindungi sarang mereka.
  • Lebah, tawon, penyengat, si jaket kuning, dan semut api adalah anggota keluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari mereka dapat menyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadap mereka.
  • Kematian yang diakibatkan oleh serangga 3-4 kali lebih sering dari pada kematian yang diakibatkan oleh gigitan ular. Lebah, tawon dan semut api berbeda-beda dalam menyengat.
  • Ketika lebah menyengat, dia melepaskan seluruh alat sengatnya dan sebenarnya ia mati ketika proses itu terjadi. 6. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena tawon tidak melepaskan seluruh alat sengatnya setelah ia menyengat.
  • Semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya dan memutar tubuhnya. Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali.

Gejala Gigitan Serangga

  • Gejala dari gigitan serangga bermacam-macam dan tergantung dari berbagai macam faktor yang mempengaruhi.
  • Kebanyakan gigitan serangga menyebabakan kemerahan, bengkak, nyeri, dan gatal-gatal di sekitar area yang terkena gigitan atau sengatan serangga tersebut. Kulit yang terkena gigitan bisa rusak dan terinfeksi jika daerah yang terkena gigitan tersebut terluka. Jika luka tersebut tidak dirawat, maka akan mengakibatkan peradangan akut.
  • Umumnya bekas sengatan lebah akan membentuk dome disertai dengan area merah kehitaman di sekitarnya. Efek tersebut umumnya bersifat lokal di area bekas sengatan lebah. Tidak jarang lebah meninggalkan sengatnya di area bekas sengatan.
  • Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak, desahan, sesak napas, pingsan dan hampir meninggal dalam 30 menit adalah gejala dari reaksi yang disebut anafilaksis. Ini juga diakibatkan karena alergi pada gigitan serangga.
  • Gigitan serangga yang beratjuga mengakibatkan bengkak pada tenggorokan dan kematian karena gangguan pernafasan
  • Sengatan dari serangga jenis penyengat besar atau ratusan sengatan lebah jarang sekali ditemukan hingga mengakibatkan sakit pada otot dan gagal ginjal.

Penanganan

  • Jika terjadi gejala seperti di atas maka carilah pengobatan. Gejala tersebut bisa jadi anafilaksis fatal. Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak adalah gejala yang paling sering ditemui.
  • Paling sering ini diobati di rumah dengan antihistamin.Jika gigitan menyebabkan infeksi (kemerahan dengan atau tanpa nanah, suhu tubuh tinggi, demam, atau kemerahan di tubuh), pergilah ke dokter.Jika tidak diketahui apa yang menggigit, sangat penting untuk menjaga area yang digigit agar tidak terjadi infeksi. Hubungi dokter jika ada luka yang terbuka, mungkin itu sengatan racun laba-laba.
  • Seseorang yang mempunyai riwayat tergigit atau tersengat serangga harus pergi ke rumah sakit terdekat jika mendapati gejala lain. Sedang orang yang tidak mempunyai riwayat tergigit serangga juga harus ke bagian gawat darurat jika: (1) Sesak nafas, (2) Dada sesak atau sakit (3) Tenggorokan sakit atau susah berbicara, (4) Pingsan atau lemah dan (6) Infeksi
  • Pengobatan gigitan serangga di rumah. Pengobatan tergantung pada jenis reaksi yang terjadi. Jika hanya kemerahan dan nyeri pada bagian yang digigit, cukup menggunakan es sebagai pengobatan. Bersihkan area yang terkena gigitan dengan sabun dan air untuk menghilangkan partikel yang terkontaminasi oleh serangga (seperti nyamuk). Partikel-partikel dapat mengkontaminasi lebih lanjut jika luka tidak dibersihkan.
  • Pengobatan dapat juga menggunakan CTM, antihistamin seperti diphenhidramin (Benadryl) dalam bentuk krim/salep atau pil. Losion Calamine atau Calicil talk juga bisa membantu mengurangi gatal-gatal. Lebih lanjut, orang tua dapat membawa anaknya ke rumah sakit atau pusat kesehatan terdekat. Obat-obatan yang umumnya diberikan oleh dokter berupa obat anti nyeri dan obat oles yang mengandung steroid.

Apakah terapi tradisional seperti menggunakan daun bunga papaya, baking soda, pasta gigi dan lain-lain dapat digunakan ? Ternyata penggunaan terapi tradisional tersebut tidak dianjurkan. Terapi tradisional yang beredar di masyarakat masih belum terbukti secara klinis dan belum ada penelitian untuk mengetahui khasiatnya. Bahkan menggunakan terapi tradisional untuk mengobati sengatan lebah berbahaya karena kita tidak tahu apakah bahan yang dipakai steril atau tidak. Bila kita mengoleskan bekas luka dengan bahan yang sembarang, justru dapat menimbulkan infeksi, memperberat luka, dan mengakibatkan penyembuhannya semakin lama.

Tanda Bahaya

* Bila pada luka bekas sengatan lebah terdapat bengkak yang meluas, suara anak berubah menjadi lebih berat dan anak tampak kesulitan bernapas.
* Efek yang lebih berat akibat gigitan serangga lebih banyak dialami di daerah subtropis. Selain itu, anak yang alergi terhadap gigitan serangga lebih rentan mengalami efek yang lebih berat akibat sengatan lebah. Anak yang mengalami reaksi alergi hebat (lebih dikenal sebagai anafilaksis) akan memerlukan pengobatan dengan segera dan pemantauan di ruang rawat untuk mencegah reaksi anafilaksis berulang.

 

Pencegahan

*  Di negera tertentu risiko mengalami sengatan lebah di rumah lebih kecil. Hal ini dikarenakan di negara maju umumnya terdapat kebijakan/aturan mengenai serangga di sekitar rumah. Bila pada satu rumah terdapat serangga atau lebah, pemilik rumah tidak boleh menyingkirkan serangga atau lebah itu sendiri. Mereka harus menghubungi petugas pengawas lingkungan atau pengendali serangga. Setelah itu, petugas akan dating ke rumah, mengidentifikasi serangga atau lebah, dan membersihkan rumah dari serangga atau lebah dengan metode yang sesuai. Indonesia masih belum memiliki policy tersebut.

* Menutup akses masuk serangga atau lebah, sehingga kemungkinan terkena sengatan lebah juga berkurang.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s