Penyebab Terjadinya Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi dan Anak

 
Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah suatu keadaan dimana didapatkan adanya bakteria di dalam urine dalam jumlah tertentu. ISK pada anak sering ditemukan, merupakan penyebab kedua morbiditas penyakit infeksi pada anak sesudah infeksi saluran nafas. Infeksi yang berulang sering terjadi pada penderita yang rentan, sehingga perlu pengenalan dini dan pengobatan yang adekuat untuk mempertahankan fungsi ginjal dan mencegah kerusakan lebih lanjut

ISK kadangkadang tanpa gejala klinis, bisa juga dirasakan mengganggu atau dapat membawa kematian, yaitu apabila berkembang menjadi sepsis atau bila terjadi kerusakan parenkim ginjal yang mengakibatkan insufisiensi ginjal progresif. Terutama pada bayi dan anak, ISK sering terjadi, namun diagnosisnya tidak mudah ditegakkan, karena gejala klinis yang tidak jelas serta perhatian dokter tidak tertuju pada saluran kemih .

ISK pada anak memberi gejala yang tidak khas ataupun dapat asimtomatik sehingga diagnosis dini tergantung pada kewaspadaan dokter yang memeriksa penderita. Gejala klinik bervariasi mulai dari yang asimtomatik sampai dengan gejala berat. Gejala klinik pada neonatus dan anak kurang dari 2 tahun sering berupa sepsis dengan demam, iritabel, muntah, diare, dan dehidrasi walaupun 1-3% kasus ISK pada golongan ini dapat asimtomatik. Pada anak yang lebih besar gejala dapat berupa disuria, frekuensi berkemih meningkat, dan nyeri pinggang. Walaupun demikian sering sulit membedakan ISK bagian atas dan bawah pada kelompok ini, bahkan pada banyak anak menunjukkan keluhan yang samar-samar dan tidak mengarah pada saluran kemih .

Sumber bakteri umumnya adalah flora tinja penderita, anomali struktural kongenital saluran kemih terutama yang menghambat aliran kemih, merupakan predisposisi terjadinya infeksi. Faktor predisposisi yang lain adalah benda asing, kateterisasi, urolithiasis, dan mungkin juga konstipasi. ISK nosokomial merupakan ISK yang terjadi karena pemasangan kateter di rumah sakit, dilaporkan sebanyak 14,2 per 1000 anak yang dirawat. Diperkirakan mencapai 40% dari infeksi nosokomial mula-mula mengenai saluran kemih. Diperkirakan setiap tahunnya 6 juta pasien berkunjung ke rumah sakit akibat ISK untuk rawat jalan, sedangkan ISK yang berhubungan dengan katerisasi pada pasien yang mondok sekitar 600.000 episode per tahun. Infeksi ini merupakan lebih dari semua bakteremia setiap tahun.

ISK merupakan masalah kesehatan yang dipandang dari proporsi populasi yang terkena dan sekuele serta kejadian bakteriuria, kemungkinan sekuele bakterimia yang disebabkan oleh bakteri gram negatif lebih sering didahului oleh bakteriuria daripada oleh infeksi lain apapun. Diduga bahwa sekitar 25% dari 70.000 sampai 150.000 kejadian bakteremia yang dilaporkan setiap tahun terbukti mematikan. Untungnya ada bukti bahwa deteksi awal, pemberantasan bakteriuria, dan pencegahan kekambuhan mengurangi insidensi kematian ISK.

ISK pada anak sering ditemukan dengan sifat berulang serta dapat merupakan penyakit yang mengancam hidup ataupun awal dari penyakit ginjal di masa dewasa. Kerusakan ginjal yang disebabkan oleh ISK terjadi di masa anak-anak. Dengan demikian adalah penting untuk menegakkan diagnosis dini dan memberikan pengobatan yang sesuai. Penyebaran ke ginjal secara hematogen adalah yang paling banyak terjadi pada neonatus, sedang pada anak yang lebih besar penyebaran terjadi melalui urethra. Bila tidak ditangani dengan baik dapat terjadi sepsis dan kerusakan parenkim ginjal.

Kira-kira 40% dari anak-anak dengan infeksi saluran kemih akan mengalami infeksi berulang serta vesico urethral reflux, sebagian dari mereka akan mengalami parut ginjal dikemudian hari.Insidensi ISK pada neonatus kurang dari 1%, baik pada laki-laki maupun perempuan, 2% pada bayi usia 1 bulan sampai 2 tahun dan 5% pada gadis usia sekolah. Setelah periode neonatal insidensi pada anak perempuan dibanding anak laki-laki meningkat (10-25 : 1), hal ini disebabkan karena urethra yang lebih pendek pada perempuan dibanding laki-laki.Penanganan ISK pada anak, dimulai dengan pemeriksaan urine, minimal diambil urin mid stream, untuk memperkecil kemungkinan kontamonasi bakteri dari urethra, regio perianal dan vagina. Dan lebih baik lagi bila urine diambil dengan pungsi suprapubik, karena sangat kecil kemungkinan kontaminasi.

Penyebab Terjadinya Infeksi Saluran Kencing

  • Kuman dalam saluran kemih dapat melalui tiga jalan; yaitu melalui darah (septikemia), secara ascendens melalui urethra terus ke kandung kemih dan akhirnya sampai ke ginjal dan dapat pula melalui saluran limfatik sepanjang ureter, sedangkan yang paling sering ialah infeksi secara ascendens.
  • Infeksi dapat terjadi melalui penyebaran hematogen (neonatus) atau secara ascendens (anak-anak). Faktor predisposisi terjadinya adalah fimosis, alir balik vesico ureter, uropati obstruktif, kelainan kongenital buli-buli atau ginjal dan diapper rash.
  • Infeksi saluran kencing pada umumnya disebabkan oleh bakteri yang berasal dari daerah sekitar kemaluan, pada wanita hal ini dapat terjadi karena terbilasnya mulut uretra oleh air kencing, disamping itu trauma, instrumentasi, tekanan dapat pula menjadi penyebab masuknya bakteri ke dalam kandung kencing.
  • Setelah bakteria berada di dalam kandung kemih, maka urine akan merupakan media bagi bakteria tersebut, tetapi infeksi tidak terjadi karena pengeluaran urine pada waktu berkemih. Adanya benda asing, obstruksi traktus urinarius (anomali) dan interekuensi (berkemih yang tidak tuntas), dapat memungkinkan terjadinya kontaminasi bakteri yang sementara pada kandung kemih, yang memungkinkan dapat progresif menjadi ISK yang sesungguhnya.
  • Infeksi rekuren pada kandung kemih, dapat menyebabkan kerusakan katub vesiko-ureter, yang dapat menyebabkan terjadinya refluks vesiko-uretral .
  • Infeksi saluran kemih bagian bawah akan menyebabkan mukosa kandung kemih meradang dan edema, perdarahan dapat terjadi. Pasien mengalami urin bercampur darah. Kerusakan ginjal diperburuk oleh episode infeksi akut, gangguan keseimbangan cairan elektrolit, gangguan mineral, dan metabolit, anemia, obat diuretik dan diet tinggi protein.
  • Refluks vesiko-uretral sering terjadi pada anak yang terkena ISK, hal ini dapat menyebabkan masuknya bakteria ke ginjal yang dapat berakibat terjadinya pyelonefritis dan kerusakan ginjal. Infeksi parenkim ginjal dapat pula terjadi secara hematogen terutama pada bayi, yaitu bila terjadi septikemia
  • Faktor-faktor yang berperan sangat penting dalam patogenesis ISK, yaitu : kolonisasi kuman di uretra yang memungkinkan rute infeksi asenden; anomali saluran kemih baik struktural, fungsional, maupun adanya benda asing; gangguan sistem pertahanan lokal mukosa saluran kemih; dan virulensi bakteri yang memungkinkannya melekat pada permukaan sel uroepitelium.
  • Dalam penyelidikannya menyebutkan adanya mekanisme perlekatan bakteri pada permukaan sel uroepitelium yang berbeda menyebabkan seorang penderita peka dan yang lainnya resisten terhadap ISK. Bakteri uropatogenik yang melekat pada permukaan sel uroepitel dapat mempengaruhi kontraktilitas otot polos dinding ureter dan menyebabkan gangguan peristaltiknya, mlekatnya bakteri ke permukaan sel uroepitelium ini akan meningkatkan virulensi bakteri tersebut.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s