Tips dan Rekomendasi Saat Olahraga Pada Ibu Hamil

image

Konsultasi Dokter. Sangat penting mendapat lampu hijau dari dokter Anda sebelum memulai olahraga, terutama jika Anda mengalami kondisi medis plasenta previa atau preeclampsia, yang berarti Anda dilarang berolahraga.

Olahraga yang dihindari. Ibu hamil tak boleh melakukan aktivitas apapun yang bisa menyebabkan tiba-tiba jatuh atau berhubungan dengan perut Anda. Jadi, ski, surfing, scuba diving, ski air, bersepeda di luar ruangan, serta tenis harus menunggu sampai Anda melahirkan.

Latihan aebelum kehamilan. Sebenarnya ada banyak risiko yang berhubungan dengan diam selama kehamilan dibanding memulai program latihan

Hindari gerakan tertentu. Hindari latihan yang berbaring di perut, berbaring terlentang setelah 20 minggu dan memutar karena bisa menyebabkan gangguan dalam keselerasan hamil.

  • Monitor jantung. Anda mungkin diberitahu menggunakan monitor detak jantung, tapi ini tak bisa diandalkan selama kehamilan dan bisa menjadi sumber kecemasan. Sebaliknya, gunakan uji bicara. Jika Anda melakukan percakapan, Anda berada pada intensitas yang tepat. Jika Anda benar-benar kehabisan napas, Anda mungkin sudah bekerja terlalu keras.

    Anda bisa melangkah. Para ahli menyarankan wanita hamil menghindari meningkatkan latihan selama kehamilan, tapi sekarang tidak lagi. Jika Anda berjalan sebelum hamil, Anda bisa menambahkan lebih banyak mil dan mulai jogging dengan mudah.

    Warmingup atau Pemanasan Jenis pemanasan yang Anda pilih tergantung apa yang Anda lakukan. Tapi menurut Pendiri Program Kebugaran Bella Bellies, Anne Martens, idealnya 6-15 menit. “Anda memanaskan otot-otot sehingga bisa berfungsi optimal sehingga Anda bisa mengurangi atau membantu mengurangi kemungkinan cedera. Pemanasan yang baik juga membantu memperbesar pembuluh darah dan berkontraksi sehingga Anda tak merasa teler.

    Minum air yang cukup Tetap terhidrasi merupakan bagian penting terutama selama kehamilan dan bahkan lebih apabila Anda berolahraga. Cara yang terbaik untuk mendapatkannya, minumlah satu jam setelah latihan dan kemudian kembali hidrasi setiap 15 menit.

    Olahraga perut. Latihan Otot-otot perut adalah kunci agar melahirkan lebih efisien dan lebih mudah. Kekuatan inti bisa membantu Anda mendorong selama persalinan. Sit up menempatkan terlalu banyak tekanan pada otot perut dan bisa melemahkan inti. Sebaliknya, menarik perut Anda ke tulang belakang dan menekan lebih ketat sebagai cara sederhana menguatkan.

    Pilates oke tapi harus diubah. Anda bisa mencoba pilates, tapi hanya seperti sit up. Beberapa gerakan harus dihindari selama kehamilan. Carilah pelatih bersertifikat yang memiliki 200 jam pengalaman dan tahu bagaimana memodifikasi program untuk kehamilan.

    Waapadai Latihan beban hati-hati. Mengangkat beban, terutama di atas kepala bisa menyempitkan saraf di tubuh bagian atas Anda karena bisa menyebabkan cedera atau salah urat di punggung bawah. Jika koordinasi Anda tak kuat, gantilah bobot yang lebih ringan. Anda juga bisa berolahraga dengan pelatih untuk memastikan Anda mengangkat dengan benar.

    Istirahat untuk tenangkan diri. Setelah latihan, pendinginan sama pentingnya dengan pemanasan karena menurunkan secara bertahap detak jantung Anda.

    Jangan terlalu lelah. Apabila ibu hamil merasa tenaganya terkuras, lelah, berhentilah. Anda harus merasa segar kembali, bukannya kehabisan tenaga. Dengarkan tubuh Anda, bahkan lebih dari biasanya.

    Sumber: Foxnewa

  • Iklan

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s