Senam Nifas, Manfaat dan Cara Melakukannya

   
image
Senam Nifas, Manfaat dan Cara Melakukannya

Senam nifas adalah senam yang dilakukan sejak hari pertama melahirkan setiap hari sampai hari kesepuluh, dimana senam ini dilakukan pada saat sang ibu benar-benar pulih. (Maryunani dkk, 2011). Organ-organ fisik yang mengalami perubahan selama kehamilan antara lain rahim, mulut rahim, vagina, dan otot-otot dasar panggul maupun otot-otot perut. Adanya perubahan fisik yang terjadi pada proses persalinan diharapkan dapat kembali seperti semula dalam waktu beberapa minggu ditunjang dengan tindakan senam nifas.

Senam nifas sebaiknya dilakukan dalam 24 jam setelah persalinan, secara teratur setiap hari. Kendala yang sering ditemui adalah tidak sedikit ibu yang setelah melakukan persalinan takut untuk melakukan mobilisasi karena takut merasa sakit atau menambah pendarahan. Anggapan ini tidak tepat karena enam jam setelah persalinan normal, ibu sudah dianjurkan untuk melakukan mobilisasi dini. Tujuan mobilisasi ini agar terutama peredarahan darah ibu dapat berjalan baik, membantu memulihkan kembali kekuatan otot-otot dasar panggul, mengencangkan otot dinding perut dan perineum, dan mencegah komplikasi. Selanjutnya ibu dapat melakukan senam  nifas. Dengan melakukan senam nifas tepat waktu dan dilakukan secara bertahap hari demi hari, maka hasil yang didapat pun bisa maksimal.

Manfaat Senam Nifas

1. Mengencangkan otot perut, liang senggama, otot-otot sekitar vagina maupun otot-otot dasar panggul, disamping melancarkan sirkulasi darah.
2. Memperbaiki sirkulasi darah, memperbaiki sikap tubuh setelah hamil dan melahirkan, memperbaiki tonus otot pelvis, memperbaiki regangan otot abdomen atau perut setelah hamil, memperbaiki regangan otot tungkai bawah, dan meningkatkan kesadaran untuk melakukan relaksasi otot-otot dasar panggul.
3.Dengan melakukan senam nifas, kondisi umum menjadi lebih baik, contohnya : kemungkinan terkena infeksi pun kecil karena sirkulasi darahnya bagus.
4. Menumbuhkan atau memperbaiki nafsu makan hingga asupan makannya bisa mencukupi kebutuhannya. Dengan melakukan senam nifas, ibu tak terlihat lesu ataupun emosional.

Cara Melakukan Senam Nifas

1. Hari pertama. Posisi tidur telentang tanpa bantal dengan kedua kaki lurus. Tarik napas dalam (pernapasan perut) melalui hidung sambil merelaksasikan otot perut. Keluarkan napas pelan sambil mengontraksikan otot perut. Tahan napas hingga hitungan kelima detik untuk relaksasi. Ulangi gerakan sebanyak 8 kali.

2.Hari kedua. Posisi tidur telentang tanpa bantal dengan kedua kaki lurus. Kedua tangan ditarik lurus ke atas sampai kedua tangan bertemu lalu turunkan tangan sampai kedua tangan bertemu. Ulangi gerakan sebanyak 8 kali.

3.Hari ketiga. Posisi tidur telentang. Kedua tangan berada di samping badan. Kedua kaki ditekuk membentuk sudut 450, bokong diangkat ke atas, kembali ke posisi semula. Ulangi gerakan sebanyak 8 kali.

4. Hari keempat. Posisi tidur telentang kaki ditekuk 450, tangan kanan di atas perut, kepala ditekuk sampai dagu menyentuh dada. Kerutkan anus sekuat mungkin. Ulangi gerakan sebanyak 8 kali.

5.Hari kelima. Posisi telentang, kaki ditekuk, gerakkan tangan kanan ke arah kaki kiri, kepala ditekuk sampai dagu menyentuh dada. Lakukan gerakkan tersebut secara bergantian.

6 Hari keenam. Posisi tidur terlentang, kaki lurus, dan kedua tangan di samping badan, kemudian lutut ditekuk ke arah perut 90 derajat secara bergantian antara kaki kiri dan kaki kanan. Jangan menghentak ketika menurunkan kaki, lakukan perlahan namun bertenaga. Ulangi gerakan sebanyak 8 (delapan) kali.

7. Hari ketujuh. Posisi tidur telentang, kedua kaki lurus. Kedua kaki diangkat dalam keadaan lurus. Turunkan kaki secara perlahan. Ulangi gerakan sebanyak 8 (delapan) kali.

8. Hari kedelapan. Posisi nungging, napas melalui pernapasan perut. Kerutkan anus, tahan  lima sampai sepuluh hitungan, kemudian lepaskan. Ulangi gerakan sebanyak 8 (delapan) kali.

9.Hari kesembilan. Posisi tidur telentang, kedua tangan di samping badan. Kedua kaki diangkat 900, lalu turunkan perlahan. Ulangi gerakan sebanyak 8 (delapan) kali.

10. Hari kesepuluh. Posisi tidur telentang, kedua tangan ditekuk di belakang kepala. Bangun sampai posisi duduk dengan kedua tangan tetap di belakang kepala lalu tidur kembali. Ulangi gerakan sebanyak 8 (delapan) kali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s