Ayah Berusia Tua Anaknya Lebih Cerdas, Tetapi Juga Beresiko Autisme

Featured Image -- 11705Ayah Berusia Tua Anaknya Lebih Cerdas, Tetapi Juga Beresiko Autisme

Penelitian terkini menyebut anak dari ayah berusia matang juga memiliki keuntungan tersendiri. Penelitian menemukan, anak laki-laki yang lahir dari ayah berusia lebih tua cenderung tumbuh menjadi anak dengan tingkat intelijensi lebih tinggi dari anak-anak sebayanya. Tetapi penelitian lain terhadap kelahiran bayi menyebutkan, laki-laki yang berusia di bawah 25 tahun dan di atas 51 tahun berisiko memiliki anak autis serta gangguan sosilogis lain.

Penelitian yang dilakukan oleh Magdalena Janecka di Seaver Autism Center, Icahn School of Medicine, Mount Sinai, New York City dan timnya mengamati 15.000 pasang anak kembar yang mengikuti tes online untuk mengetahui IQ, kemampuan fokus dan kemampuan adaptasi mereka di tengah masyarakat. Peneliti kemudian mencocokkannya dengan informasi yang didapat dari orang tua mereka.

Tak hanya lebih pandai, anak-anak yang lahir saat usia ayah mereka lebih matang juga cenderung lebih bisa fokus dan pandai beradaptasi. Kesemua aspek tersebut akan memudahkan mereka di sekolah maupun saat berkarir kelak. Peneliti menjelaskan hal itu terjadi karena  karena ayah yang lebih matang usianya biasanya juga memiliki karir yang stabil dan lebih mapan secara finansial daripada ayah yang usianya lebih muda. Dengan begitu, anak-anak mereka memiliki akses ke sekolah yang lebih baik.

Ayah Muda dan Tua Beresiko Autisme

Penelitian lain terhadap kelahiran bayi menyebutkan, laki-laki yang berusia di bawah 25 tahun dan di atas 51 tahun berisiko memiliki anak autis serta gangguan sosilogis lain. Pelitian tersebut dilakukan Seaver Autism Center for Research and Treatment Mount Sinai. Penelitian tersebut melibatkan 15 ribu anak dari usia empat sampai 16 tahun.  “Kami menemukan fakta bahwa anak-anak yang lahir dari ayah terlalu muda atau sebaliknya akan menemukan situasi sosial lebih berat,” ujar salah satu peneliti Magdalena Janecka, PhD. Hal tersebut ditemukan meski anak tidak memiliki diagnosa autis. Para peneliti tidak menemukan keterkaitan antara ibu dan anak. Social skills menjadi poin penting yang mengaitkan antara anak dan orang tua. Gangguan sosial yang mereka dapatkan terjadi ketika usia ayah berada dalam kisaran tersebut.

Dalam penelitian tersebut mengaitkan, gangguan sosial terjadi karena pengaruh dari lingkungan. Seorang ayah dengan usia tersebut juga memiliki lingkungan sosial yang berbeda dan lebih menantang. Hal tersebut berpengaruh pada anak.Risiko autisme pada anak dari ayah berusia matang, dalam penelitian lain juga meningkatkan resiko tetapi peneliti mengungkapkan bahwa ada sejumlah gen yang berkaitan dengan IQ dan risiko autisme.”Mungkin kalau ‘dosis’ gennya lebih banyak, si anak memiliki risiko autisme yang lebih besar. Makanya ada riset-riset lain yang memperlihatkan bahwa gen di balik kondisi autisme juga berkaitan dengan IQ tinggi,.

 

sumber: Science Daily dan  Situs Independent

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s